Kepribadian, Kecanduan, dan Narkoba

Kepribadian, Kecanduan, dan Narkoba
Penulis : Paulus Hartanto MPsi
Praktisi Quantum Learning dan
Pemerhati Masalah Rema

SALAH satu masalah yang kerap menjadi pertanyaan banyak manusia mungkin adalah tentang kepribadian. Kerap kita dengar orang bertanya ‘Saya ini siapa sih?’, ‘Saya orang yang seperti apa ya?’, atau pada beberapa orang lain pertanyaan yang diajukan adalah ‘Kenapa saya bisa seperti ini ya?’

Di bidang psikologi, teori-teori kepribadian cukup banyak dan masing-masing memiliki pendukung maupun penentangnya. Misalnya saja teori kepribadian Freud yang mengatakan perilaku manusia (tindakan, pikiran, perasaan, dan aspirasi) ditentukan kekuatan insting, yang didominasi dorongan seks dan agresivitas. Seperti kenapa seseorang menjadi pencemas karena adanya sejumlah faktor yang berasal dari alam ketidaksadaran.

Continue reading

By kampungbenar Posted in ARTIKEL

Orangtua Faktor Utama Jauhkan Anak dari Narkoba

Kompas | 18 Maret 2008

Peran Orang tua sangat penting dalam mendidik anaknya agar jauh dari narkotika dan obat berbahaya atau narkoba. Peran orang tua tersebut tidak hanya keberadaannya secara fisik, tetapi juga harus berfungsi untuk mendidik anak. Hal itu dikemukakan oleh Veronica.Colondam dalam acara bincang-bincang terkait peluncuran buku Raising Drug-Free Children, Sabtu (15/3).
Buku itu ditulis oleh Veronica Colondam, yang juga pendiri Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Yayasan tersebut bergerak dibidang pencegahan penyalahgunaan narkoba. Veronica mengatakan, YCAB pernah mengadakan penelitian terhadap 613 pecandu di 14 panti rehabilitasi tahun 2001.

Menurut dia, hasilnya adalah 60-70 persen pecandu diantaranya berasal dari keluarga baik-baik atau harmonis. “Dalam perspektif pecandu yang dimaksud keluarga harmonis berarti orang tua masih bersama dan hampir tidak pernah bertengkar di depan mereka. Kondisi itu harmonis dalam perspektif mereka, tetapi sesungguhnya keluarga belum fungsional, terutama dalam mendidik anak”, ujar Veronica.
Dia menambahkan, “Bahkan 80-90 persen dari mereka ternyata menggunakan narkoba pada saat orang tua berada di rumah atau sedang tidak bekerja.” Orangtua yang fungsional antara lain mampu menyiapkan waktu dan membuka diri berkomunikasi dengan anak.

Continue reading

By kampungbenar Posted in ARTIKEL

APA SAJA YANG PERLU ORANGTUA KETAHUI MENGENAI ADIKSI (KECANDUAN)

Bagi orangtua yang mendapatkan kenyataan bahwa anaknya sudah terlibat dalam
penyalahgunaan narkoba dan perlu untuk dirawat karena kecanduan atau
ketergantungan narkoba, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para
orangtua, yaitu :

1.Adiksi adalah suatu penyakit bio-psiko-sosial, artinya melibatkan faktor
biologis, faktor psikologis dan sosial, sebagai penyakit, , gejala-gejalanya
khas serta bersifat kronis (lama) dan progresif (makin memburuk jika tidak
segera dilakukan tindakan pertolongan).

2.Gejala utamanya adalah (a) rasa rindu dan keinginan kuat untuk memakai,
bersifat kompulsif terhadap narkoba; (b) hilangnya kendali diri terhadap
pemakaiannya; (c) tetap memakai walaupun mengetahui akibat buruknya;
dan (d) menyangkal adanya masalah.

3.Adiksi bukan terjadi akibat kelemahan moral, walaupun ada hubungannya
dengan masalah moral atau kurangnya kemauan walaupun pecandu harus
memutuskan untuk berhenti memakai agar pulih. Kemauan saja tidak
cukup untuk memulihkannya.
Continue reading

By kampungbenar Posted in ARTIKEL

APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN JIKA ANAK ANDA MENYALAHGUNAKAN NARKOBA?

·Jangan berpura-pura tidak ada masalah, jangan panik dan tetaplah tenang. Amarah
dan sikap emosional tidak akan menolong, melainkan justru akan mengganggu dialog
yang pada saat itu sangat penting.

·Hindari menimpahkan seluruh kesalahan pada anak atau menimpahkan kesalahan
pada istri/suami. Ini hanya akan memperburuk suasana di dalam keluarga dan tidak
menolong mengatasi masalah.

·Bila anda tidak mampu mengendalikan diri, pertimbangkan untuk mencari pihak ketiga
untuk memperoleh nasehat atau penyuluhan yang dapat diterima oleh dua pihak.

Continue reading

By kampungbenar Posted in ARTIKEL

PEMICU/PENYEBAB TERJADINYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Penyalahgunaan dalam penggunaan narkoba adalah pemakain obat-obatan atau zat-zat berbahaya dengan tujuan bukan untuk pengobatan dan penelitian serta digunakan tanpa mengikuti aturan atau dosis yang benar. Dalam kondisi yang cukup wajar/sesuai dosis yang dianjurkan dalam dunia kedokteran saja maka penggunaan narkoba secara terus-menerus akan mengakibatkan ketergantungan, depedensi, adiksi atau kecanduan.

Penyalahgunaan narkoba juga berpengaruh pada tubuh dan mental-emosional para pemakaianya. Jika semakin sering dikonsumsi, apalagi dalam jumlah berlebih maka akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial di dalam masyarakat. Pengaruh narkoba pada remaja bahkan dapat berakibat lebih fatal, karena menghambat perkembangan kepribadianya. Narkoba dapat merusak potensi diri, sebab dianggap sebagai cara yang “wajar” bagi seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup sehari-hari.

Penyalahgunaan narkoba merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik dan harus menjadi perhatian segenap pihak. Meskipun sudah terdapat banyak informasi yang menyatakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan dalam mengkonsumsi narkoba, tapi hal ini belum memberi angka yang cukup signifikan dalam mengurangi tingkat penyalahgunaan narkoba.

Continue reading

By kampungbenar Posted in ARTIKEL

KAMBUH DALAM PROSES REHABILITASI (LAPSE VS RELAPSE)

Mereka yang dikatakan recovery dari panti rehablitasi narkoba, kemungkinan besar masih memiliki dorongan untuk kembali menggunakan narkoba. Ada situasi atau benda-benda tertentu yang dapat merangsang mereka untuk kembali menggunakan narkoba.Jika mereka tidak bisa melawannya, kondisi relapse akan muncul.

Lapse’ vs ‘relapse’
Dalam dinamika kecanduan, harus dibedakan antara lapse dan relapse. Lapse (slip) adalah kembalinya pola tingkah laku pecandu yang sangat sulit terdeteksi. Diperlukan kepekaan melihat perubahan perilaku pecandu yang sedang dalam masa pemulihan. Pecandu sendiri biasanya mengalami pergumulan dalam mengantisipasi kembalinya perilaku adiksinya itu. Relapse adalah masa pengguna kembali memakai narkoba. Itu proses yang berkembang pada penggunaan kembali narkoba yang merupakan kejadian paling akhir dalam satu rangkaian panjang yang berupa respons kegagalan beradaptasi (maladaptive) terhadap stressor atau stimuli internal dan eksternal. Pada kondisi itu pecandu menjadi tidak mampu menghadapi kehidupan secara wajar. Relapse dapat timbul karena pecandu dipengaruhi kejadian masa lampau baik secara psikologis maupun fisik. Lapse dan relapse biasanya dipicu suatu dorongan yang demikian kuat (craving). Dalam bahasa pecandu keadaan itu disebut sebagai ‘sugesti’ sehingga pecandu sepertinya tidak kuasa menahan dorongan-dorongan tersebut.

Continue reading

By kampungbenar Posted in ARTIKEL

Pecandu dan Integrasi Sosial

Oleh Veronica Colondam
MSc di bidang Kebijakan dan
Intervensi Alkohol dan Narkotika

PROSES pecandu untuk sembuh sebuah perjuangan berat, namun bukan akhir dari sebuah perjalanan panjang yang masih harus ia tempuh. Ini justru sebuah awal dari hidup baru yang harus ia perjuangkan: bagaimana mendapat pekerjaan yang layak, memulai karier atau membina keluarga.

Keberhasilan sebuah program rehabilitasi dalam arti luas seharusnya tidak hanya diukur dari kemampuan merehabilitasi tubuh dan mental pecandu, tetapi juga dari keberhasilan mengintegrasi mereka kembali ke masyarakat. Namun jika ukuran itu yang digunakan, tidak banyak lembaga rehabilitasi yang berani mengklaim program mereka efektif.

Tanpa perlu memperpanjang bahasan ini, pada kenyataannya banyak pecandu justru sering menemui jalan buntu. Ketika mereka pulih dan siap terjun ke dalam masyarakat, terjadilah penolakan terhadap mereka. Bentuk frustrasi seperti itu dapat mengakibatkan terjadinya relapse (kembali menjadi pecandu).

Di sisi lain, masyarakat pun sering dikecewakan; ketika pintu kesempatan dibuka, pecandu sering labil dan kembali ke kubangan lama mereka. Itu menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap mantan pecandu. Apa sebenarnya yang terjadi pada pecandu sehingga mereka labil? Saya sering bertanya kepada diri saya sendiri: apa bedanya antara mereka yang mau tapi tidak bisa dan yang mau serta bisa pulih? Proses perubahan seperti apa yang sebenarnya terjadi pada para pecandu sehingga hasil akhirnya bisa berbeda-beda ?

Continue reading

By kampungbenar Posted in ARTIKEL

Tahap-Tahap Mengatasi Adiksi Narkoba

Dr Iskandar Irwan Hukom, MA
Sekretaris Jenderal YCAB
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran
UI, Master of Art

MENGATASI adiksi narkoba tidaklah mudah. Berbagai cara dan langkah telah dilakukan sejak lama, tetapi hasilnya tidak selalu menggembirakan. Meski begitu, kita tidak pernah boleh bosan berusaha. Tersedia berbagai cara mengatasi.

G (32 th), sejak lama menjadi problem dalam keluarga. G dibesarkan dalam sebuah keluarga yang berkecukupan. G merupakan anak laki-laki tertua dari tiga bersaudara. Menurut pengakuan G, ayahnya mendidiknya dengan pola militer. G juga sangat jarang menerima pujian dari ayahnya, ia malahan lebih sering mendapatkan hukuman fisik. Nah, itu sebabnya, barangkali, G mencoba berbagai obat penenang dan minuman yang mengandung alkohol, bahkan sejak masih duduk di bangku SMP.

Continue reading

By kampungbenar Posted in ARTIKEL

Adiksi Narkoba, Sembuh, tidak Sembuh, Sembuh, tidak Sembuh…

oleh Iskandar Irwan Hukom
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran
UI, Master of Art

KATA adiksi berasal dari kata addictere (bahasa Latin). Itu mengacu kepada hukum yang berlaku di Kerajaan Romawi atas seseorang yang sebelumnya bebas lalu ditangkap untuk kemudian dijadikan budak.

Adiksi sendiri dalam pemakaian bahasa sehari-hari berarti suatu keterikatan atau suatu dorongan untuk mengulang-ulang penggunaan zat tertentu atau perilaku tertentu. Jadi adiksi sebenarnya tidak terbatas hanya pada penyalahgunaan narkoba saja, tetapi ada begitu banyak adiksi yang lain, misalnya adiksi terhadap judi, pekerjaan, seks, dan juga games.

Continue reading

By kampungbenar Posted in ARTIKEL

10 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Ganja

10 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Ganja

1. Memakai ganja adalah perbuatan melanggar hukum. Kamu akan sulit mendapatkan pekerjaan jika pernah dihukum.
2. Ganja bebahaya. Menghisap ganja meningkatkan resiko kanker dan kerusakan paru-paru. Juga menyebabkan panik, cemas, dan ”parno” (perasaan yang seperti dikejar orang).
3. Ganja mengurangi kemampuan melakukan aktivitas. Yang membutuhkan koordinasi dan konsentrasi, seperti olah gara, menari, latihan drama, dan belajar.
4. Memakai ganja mengurangi penilaian orang lain terhadap dirimu. Coba pikir jika kamu berpakaian rapi lalu ada ganja di tanganmu, apa yang kamu lakukan?
5. Ganja membatasi dirimu. Ganja mengganggu sekolahmu, hubunganmu dengan keluarga dan kehidupan sosial.
6. Ganja mengganggu cara berfikir dan menilai sesuatu. Hal ini sangat mengundang resiko, seperti kecelakaan, dan kekerasan.
7. Menghisap ganja tidak menjadikanmu keren (cool). Justru sebaliknya, penampilanmu lusuh.
8. Ganja menyebabkan ketergantungan. Kamu merasa selalu membutuhkan ganja, dan sulit melepaskan diri darinya.
9. Menghisap ganja bukan menyelesaikan masalah. Ganja tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan masalah akan lebih berat, karena kamu tidak berusaha mencari penyelesaiannya. Bicarakan masalahmu dengan orang lain yang kamu percayai. Jangan percaya kepada orang yang berkata, bahwa ganja tidak berbahaya atau akan menjadikan hidupmu lebih baik.
10. Tidak semua orang memakai ganja. Kamu tidak membutuhkannya. Jika kamu pikir, semua orang memakai ganja, kamu keliru di Amerika Serikat lebih dari 80% remaja 12-17 tahun belum pernah memakai ganja. Ganja tidak menjadikanmu bahagia, popular atau dewasa.

Sumber : “Buku ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA, BNN-RI 2009”.

By kampungbenar Posted in ARTIKEL