Terapi Korban Narkoba dengan Shalat

Terapi Korban Narkoba dengan Shalat
[05 Maret 2009, 07:48 WIB] Oleh : Pujiani pus cegah lakhar BNN

Agama lahir membawa seperangkat peraturan yang mengatur kehidupan umat manusia. Peraturan-peraturan yang bersumber dari kitab suci Al-Quran, sebagai pedoman manusia untuk meraih kemaslahatan hidup dan kebahagiaan lahir batin di dunia dan akhirat. Hukum-hukum yang termuat dalam peraturan tersebut pada hakekatnya memiliki lima tujuan, yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga harta dan menjaga keturunan.

Pelanggaran terhadap peraturan-peraturan yang ada dalam agama dapat merusak jiwa, akal, harta dan keturunan. Dari sekian banyak pelanggaran yang dilakukan manusia, salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba. penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi masalah lokal maupun nasional, tetapi sekarang sudah menjadi masalah global (dunia). karena itu tanggung jawab penanggulangannya harus menjadi tanggung jawab internasional.
Indonesia adalah Negara Islam terbesar di dunia. Kita harus memiliki modalitas terapi berbasis Islam yang akan kita perkenalkan ke seluruh Negara terutama negara-negara Islam karena masalah penyalahgunaan Narkoba, adalah bencana global. Jika ditimpa ketakutan, Rasulullah segera melakukan shalat. Pernah dia berkata kepada Bilal, ?Wahai Bilal, tentramkan hati kita dengan shalat! Pada kali lain beliau bersabda, ?Ketenanganku ada pada shalat?. Jika hati terasa menyesak, masalah yang dihadapi terasa sangat rumit, dan tipu muslihat sangat banyak, maka bersegeralah datang ke tempat shalat, dan shalatlah. Jika hari-hari menjadi gelap gulita, malam-malam mencekam, dan kawan-kawan berpaling, maka lakukanlah shalat.
Dr. Alexis Carel, seorang Pemenang hadiah nobel dalam bidang kedokteran, dan Direktur riset Rockfeller Foundation Amerika, memberikan pernyataan sebagai berikut: ?Sholat memunculkan Aktifitas pada perangkat tubuh dan anggota tubuh. Bahkan sebagai sumber aktifitas terbesar yang dikenal sampai saat ini. Sebagai seorang dokter, saya melihat banyak pecandu narkoba yang gagal dalam pengobatan. Ketika pecandu narkoba itu dibiasakan mengerjakan sholat, justru ketergantungan mereka pada narkoba jadi hilang. Sesungguhnya Sholat bagaikan tambang Radium yang menyalurkan sinar dan melahirkan kekuatan diri. Sholat menciptakan fenomena yang mencengangkan, mendatangkan Mukjizat?. Semua gerakan, sikap dan prilaku dalam Sholat dapat melemaskan otot yang kaku, mengendorkan tegangan system syaraf, menata dan mengkonstruksi persendian tubuh, sehingga mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan stress.
Dengan sholat lima waktu dapat melatih disiplin mental yang jujur. Dengan menjalankan sholat yang baik, kita akan selalu bicara benar, sesuai dengan kata hati, kenyataan dan perbuatannya. Juga bicara yang mempunyai nilai sopan, bagus, dan bermanfaat. Sebab lisan kita sudah dibiasakan mengucap kalimat-kalimat suci dalam menjalankan sholat. Dalam sholat, disiplin berpikir akan menentukan arti sholat. Disiplin berpikir disebut khusyuk, ialah penyerahan dan pembulatan kekuatan jiwa dan akal budi pada Allah. Membiasakan khusyuk akan mudah disiplin berpikir yang lain. Khusyuk sangat menentukan produktivitas pahala secara langsung, dan mudah menciptakan konsentrasi jiwa waktu belajar, tenang, tertib, dan pemusatan pikiran serta perhatian, mutlak diperlukan bagi ahli ilmu dan pelajar serta mahasiswa, sehingga terhindar dari pikiran-pikiran negatif melakukan penyalahgunaan narkoba.
Menurut hasil penelitian Alvan Goldstein, ditemukan adanya zat endorphin dalam otak manusia, yaitu suatu zat yang memberikan efek menenangkan yang disebut endogegonius morphin. Drs Subandi menjelaskan, bahwa kelenjar endorfina dan enkefalina yang dihasilkan oleh kelenjar pituitrin di otak ternyata mempunyai efek mirip dengan opiat (candu) yang memiliki fungsi menimbulkan kenikmatan (Pleasure principle), sehingga disebut opiate endogen. Apabila seseorang dengan sengaja memasukkan zat morphin ke dalam tubuhnya, maka akan terjadi penghentian produksi endorphin. Pada pengguna Narkoba, apabila dilakukan penghentian morphin dari luar secara tiba-tiba, orang akan mengalami Sakaw (ketagihan yang menyiksa dan gelisah) karena otak tidak lagi memproduksi zat tersebut. Untuk mengembalikan produksi endorphin di dalam otak bisa dilakukan dengan Meditasi, sholat yang benar atau melakukan dzikir-dzikir yang memang banyak memberikan ketenangan.
Dr. Handrawan Nadesul, dalam salah satu artikel yang ada di buku berjudul ?Memahami Otak? (diterbitkan oleh Penerbit Kompas), menulis : ?Hidup kita sudah begini susah, maka jangan lagi ditambah susah. Pilihan untuk lebih banyak melakukan perenungan sungguh bijaksana. Kini agaknya kita perlu lebih banyak melakukan kegiatan spiritualitas. Kita perlu meningkatkan intelegensia spiritualitas (Spiritual Quotient, SQ, Danah Zohar & Ian Marshal), antara lain lewat pencarian ke dalam diri dengan perjuangan ke luar.
Orang-orang yang banyak melakukan do?a, meditasi, bersembahyang, berzikir, tahajud, akan mampu menjinakkan sistem saraf otonom tubuhnya. Tabiat saraf otonom kita, lantaran kehidupan serba modern sekarang ini, rata-rata kian liar dan binal. Secara sadar kita sendiri tak mampu mengendalikannya. Aktivitas saraf otonom, yang bikin kita garang dan pemberang selama ini, ada di luar pengaruh alam sadar kemauan kita. Satu cara menjinakkannya, katanya, dengan lebih banyak melakukan kegiatan spiritual.
Orang yang tinggi spiritualitasnya tinggi pula gelombang alfa di otaknya. Ini yang membuat hidup menjadi lebih tenang, sekali pun badai kecemasan, ketakutan, dan kepanikan terus menerjang tanpa perlu minum obat atau minta bantuan dukun. Dengan demikian risiko kena stroke, jantung koroner, sakit jiwa, dan kanker menjadi lebih kecil.
Kebanyakan stres dan berperasaan negatif yang mengguyur orang modern sekarang ini mencetuskan banyak sekali penyakit. Gerak spiritualitas akan bisa meredamnya?.
Pusat Pencegahan Badan Narkotika Nasional, juga telah melakukan berbagai kegiatan terapi dengan pendekatan spiritualitas, di Pusat Rehabilitasi, Lido, Bogor, Jawa Barat.

ARTIKEL TERKAIT

CARA BERHENTI SENDIRI MEMAKAI ATAU MENGGUNAKAN NARKOBA DENGAN TERAPI BINNIYAT MAANAWA

Konseling Terpadu Pemulihan Pecandu Narkoba

PUSAT REHABILITASI NARKOBA

PANTI REHABILITASI NARKOBA LIDO BOGOR

GALERI 08 – KUNJUNGAN KE UNIT REHABILITASI BNN DI LIDO BOGOR

PUSAT TERAPI NARKOBA

Terapi Metadon Sembuhkan Pecandu Narkoba

Tidak Dikriminalkan, Pecandu Narkoba Direhabilitasi

MENGAPA BANYAK ARTIS YANG MENGGUNAKAN ATAU MEMAKAI NARKOBA

UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s